
Dulu, menulis merupakan kegiatan yang sungguh berat untuk dilakukan. Beribu alasan akan kulontarkan sebagai upayaku untuk menghindarinya. Tidak bisa karena inilah, tidak ada waktu karena itulah dan segudang alasan lainnya.
Namun, pengalaman membuat ku sadar bahwa apapun kegiatannya, cobalah untuk memulainya. Kita takkan pernah tahu, apakah kegiatan itu dapat diselesaikan atau akan terbengkalai ditengah jalan. Yang penting, beranilah untuk mengawalinya.
Itulah akhirnya, aku memberanikan diri bergabung dengan kelas antologi 9 SGSI. meski ternyata kelas telah berjalan dua pertiga kegiatannya, namun aku usahakan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Hingga akhirnya naskah sebagai tugas terakhir di kelas antologi 9 dapat terselesaikan. Dan mimpi untuk mempunyai buku dengan nama sendiri terukir di sana akhirnya terwujud. Aku menyadari tulisan yang kubuat masih jauh dari indah.
Berikut tugas 1 dan tugas 2 yang kubuat, karena masuk terlambat maka tulisannya hanya menghiasi layar kelas saja. Tulisan ini merupakan kenangan pertama kalinya aku mengikuti kelas menulis. semoga keinginan untuk menulis takkan pernah sirna.
Tugas 1
Buku Pertama
Disaat
kembali diingatkan tentang buku pertama yang dibaca, yang langsung terlintas
dalam ingatan adalah bundelan majalah Bobo bekas. Ya, dulu setiap diajak ke
pasar oleh Ama dan melewati penjual buku dan majalah, Aku selalu merengek minta
dibelikan majalah Bobo. Tidak masalah jika itu adalah majalah bekas yang sering
berisi coretan dari pemilik sebelumnya. Juga tidak masalah jika ada lembaran
yang hilang atau terkena noda dari makanan. Yang penting Aku bisa membaca dan
berimajinasi mengikuti jalan ceritanya.
Namun
tiba-tiba muncul ingatan tentang sebuah buku yang pernah dipinjamkan oleh temanku.
Buku yang berukuran seperti komik dengan kulit luarnya bergambar beberapa orang
anak dan seekor anjing. Buku itu berjudul Lima Sekawan (Di Pulau Harta)
karangan Enid Blyton. Kisah petualangan empat orang anak dan seekor anjing,
layaknya sebuah tim detektif cilik yang berusaha membongkar sebuah misteri. Buku
yang ingin secepatnya selesai kubaca karena penasaran dengan akhir kisahnya,
dan buku yang membuatku juga tertarik untuk membaca buku karangan Agatha
Christie, dan komik-komik detektif meskipun aku tidak pernah mampu untuk
memecahkan sebuah misteri seperti cerita-cerita yang pernah kubaca.
Erlina
Susanti, Sungai Pua
Tugas 2
Jika aku sebuah buku maka Aku takut akan berada di lemari
setelah aku sekali dibaca atau masih terbungkus rapi sama seperti saat aku di
toko. Aku ingin menjadi buku yang selalu dibaca, dan jika aku bisa berharap,
aku ingin memandang wajah-wajah berbeda setiap halamanku dibuka. Aku ingin
membagikan ceritaku pada banyak orang, tak penting walau nanti akhirnya Aku
harus mengorbankan tubuhku, asalkan setiap kata-kata yang tertulis dalam
halamanku akan membawa manfaat untuk pembacaku.
Erlina
Susanti,Sungai Pua
No comments:
Post a Comment